Assalamu`alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami.
Alif Pratama
Anak Pertama dari Bapak Ruslan Abdul Gani, S.H (Alm) & Ibu Sukaisi
Nyimas Ayu Maulani
Anak Keempat dari Bapak Kemas Suhaimi (Alm) & Ibu Juairiah
Akad Nikah
Minggu, 12 September 2021
10.00 WIB s/d Selesai
Lokasi / Tempat Acara:
Kompleks perumahan Bukit Indah Lorong Mandala 1 Jl. A. Chatib No. 65 RT. 14 Kelurahan Pematang Sulur Kecamatan Telanaipura Kota Jambi
Ungkapan terima kasih yang tulus dari kami apabila Bapak/Ibu/Teman-teman berkenan hadir dan memberikan do’a restu.
Denah Lokasi
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” QS. Ar-Rum : 21
Memorable Moment
Our Story
Kami dipertemukan atas izin Allah Januari 2018, kemudian berkenalan hingga akhirnya saling melengkapi. Berkomitmen untuk menjaga hubungan.
Perihal perjalanan hubungan ini tidak selalu mulus. Banyak kerikil bahkan batu besar menghampiri perjalanan kami. Namun yakin bisa melewatinya atas izin Allah..
Hari demi hari kami lewati suatu malam ulang tahun saya (11 September 2019). dia meminta izin restu kepada Ibu saya untuk meminang saya menjadi istrinya. Ibu saya senang mendengarnya dia hadiahkan kepada saya cincin emas sebagai mahar didepan ibu.
Selang seminggu kemudian kami diberikan ujian lg sehingga mengharuskan saya mengikhlaskan mahar yg sudah ia berikan untuk pernikahan kami untuk suatu urusan yg mendesak karena kami tidak memiliki pegangan uang lagi.
Kami ikhlas apa yang sudah Allah tetapkan, kami ikhlas apa yang sudah Allah rencanakan dan yakin bahwa itu yg terbaik menurut Allah. Berbagai macam ujian yang Allah beri, salah satunya beberapa lelaki datang hendak melamar namun aku tetap membulatkan tekad untuk tetap memilihnya menjadi Suamiku kelak.
Suatu hari malam Nisfu Sa'ban 23 Maret 2021 dia serta orang tuanya melamar ku, bertemu Ibu dan keluarga ku menyampaikan niatnya untuk menghalalkanku. Semua keluarga senang kemudian menetapkan hari pernikahan kami setelah idul Fitri.
Selang beberapa Minggu saat bulan Ramadhan 24 April 2021 Abah (Calon Ayah Mertua) menghembuskan nafas terakhirnya terisak tangis kami menghadapi semua ini. Terpukul iya, marah iya, sedih iya, kecewa iya namun kami harus ikhlas apa yang telah Allah rencanakan dan mengundur kembali niat baik kami dan ikhlas apa yang sudah Allah rencanakan untuk kami berdua.
Terimakasih untuk ibu yang sudah mengizinkan aku untuk menikah dgn lelaki pilihan yang aku cintai.
Terimakasih untuk Ayah yang jauh disana sudah mengajariku untuk menjadi perempuan kuat yg takan pernah menyerah dengan Ujian yang Allah beri.
Terimakasih keluargaku yang selalu ada untukku, menguatkan aku ketika ingin menyerah dengan keadaan.
Terimakasih untuk Mamak (Calon Ibu Mertua) dan Abah yang jauh disana sudah melahirkan kedunia sosok lelaki yang slalu mementingkan kebahagiaan keluarga dibanding kebahagiaan dirinya sendiri.
Terimakasih untuk semua keluarganya yang sudah mengizinkan kami berdua membangun bahtera rumah tangga dan terimakasih sudah selalu mensupport kami berdua melewati ini semua.
Terimakasih untukmu yang telah memilih ku untuk menjadikanku teman hidupmu,
Terimakasih telah menerima segala kekuranganku, marahku, egoku, cerewetku serta kecemburuanku.
Jika Allah tak memberikan kami ujian mungkin kami tak belajar artinya cara bersabar dan mengikhlaskan. Yakinlah bahwa rencana Allah lebih baik dari apa yang sudah kita rencanakan. Takkan Allah menciptakan tangis tanpa tawa, duka tanpa bahagia. Yakinlah bahwa dibalik Badai yang besar akan ada pelangi yang indah setelahnya..
Jgn menikah hanya karena jatuh cinta. Namun menikahlah jika Syurga Allah terasa lebih dekat bila bersamanya.. Menikah itu bukan siapa cepat dia dapat, bukan gengsi yg dibilang tdk laku, bukan kebelet ingin menyalurkan nafsu, menikah itu jika kau sudah mampu.. Mampu menerima pasanganmu apa adanya. Tak hanya dlm bentuk fisik yg nantinya berubah renta, tapi dengan perasaan yg kau jamin akan sama saat akad tiba..
(Nyimas Ayu Maulani & Alif Pratama)